HUBUNGAN SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PERAWAT SHIFT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LA PATARAI DI KABUPATEN BARRU

Penulis

  • muhammad riswal Universitas Aufa Royhan
  • Risman Ruslan STIK Tamalanrea Makassar

Kata Kunci:

shift kerja perawat, beban kerja perawat, kelelahan kerja (work fatigue), rumah sakit daerah, pelayanan rawat inap

Abstrak

ABSTRAK

 

Latar belakang : Kelelahan kerja adalah isu yang lazim terjadi di lingkungan profesional dan acap kali dihadapi oleh individu yang bekerja, khususnya dalam sektor layanan kesehatan seperti rumah sakit. Kelelahan dapat secara signifikan memengaruhi kesejahteraan profesional, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Lebih lanjut, hal ini dapat berujung pada penurunan efisiensi kerja, peningkatan potensi kekeliruan dalam memberikan layanan, serta risiko kecelakaan kerja. Perawat, sebagai garda terdepan dalam sistem layanan kesehatan yang menerapkan jadwal kerja bergiliran, termasuk giliran malam, memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap kelelahan kerja. Hal ini disebabkan oleh gangguan ritme sirkadian, tuntutan beban kerja fisik yang berat, dan tekanan psikologis yang intens.Tujuan penelitian : Untuk mengidentifikasi korelasi antara pola kerja bergiliran dan tingkat beban kerja dengan fenomena kelelahan kerja pada perawat yang bertugas di unit rawat inap RSUD La Patarai Kabupaten Barru pada tahun 2025.Teknik pengambilan sampel : Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, dengan menentukan jumlah responden sebanyak 56 individu dari total populasi 129 perawat yang bertugas di unit rawat inap. Metodologi Riset: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, mengadopsi pendekatan korelasional dengan rancangan cross-sectional. Variabel-variabel dalam studi ini diukur secara serentak pada satu titik waktu. Temuan Riset: Hasil studi ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat korelasi antara jadwal kerja shift dengan tingkat kelelahan kerja (p=0,783). Namun, ditemukan adanya hubungan yang substansial antara kelelahan kerja dengan beban kerja fisik (p=0,000) dan beban kerja mental (p=0,000). Kesimpulan: Beban kerja, baik yang bersifat fisik maupun mental, merupakan faktor prediktif utama terhadap kelelahan kerja, bukan jadwal kerjashift secara independen. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi manajemen rumah sakit untuk menerapkan strategi pengelolaan beban kerja perawat guna mereduksi kelelahan kerja dan mempertahankan standar kualitas pelayanan kepada pasien.

 

Kata kunci: Shift kerja perawat, Beban kerja perawat, Kelelahan kerja (work fatigue), Rumah sakit daerah, Pelayanan rawat inap

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30

Cara Mengutip

riswal, muhammad, & Ruslan, R. (2026). HUBUNGAN SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PERAWAT SHIFT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LA PATARAI DI KABUPATEN BARRU. JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY, 2(1), 34–39. Diambil dari https://jurnal.usy.ac.id/index.php/juki/article/view/168