Keterampilan Pertolongan Pertama pada Fraktur di SMA Negeri 1 Gowa
Kata Kunci:
Fraktur, Pertolongan Pertama, Keterampilan, UKS, Siswa SMAAbstrak
Fraktur merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, terutama saat aktivitas fisik dan olahraga. Penanganan awal yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai komplikasi, sehingga keterampilan pertolongan pertama pada siswa, khususnya anggota Unit Kesehatan Sekolah (UKS), menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterampilan pertolongan pertama pada kasus fraktur pada siswa anggota UKS SMA Negeri 1 Gowa sebelum dan sesudah dilakukan evaluasi keterampilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota UKS SMA Negeri 1 Gowa yang berjumlah 34 orang, dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi keterampilan pertolongan pertama pada fraktur. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengukuran awal (pre test), sebagian besar responden berada pada kategori keterampilan kurang, yaitu sebanyak 18 orang (52,9%), sedangkan responden dengan kategori keterampilan baik berjumlah 16 orang (47,1%). Setelah dilakukan post test, terjadi peningkatan keterampilan pertolongan pertama pada fraktur, di mana responden dengan kategori keterampilan baik meningkat menjadi 24 orang (70,6%), sedangkan kategori keterampilan kurang menurun menjadi 10 orang (29,4%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pertolongan pertama pada fraktur pada siswa anggota UKS SMA Negeri 1 Gowa setelah dilakukan evaluasi keterampilan. Oleh karena itu, disarankan agar kegiatan pelatihan dan pembinaan pertolongan pertama pada fraktur dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian kegawatdaruratan di lingkungan sekolah.

