Gambaran Pola Makan pada Balita dengan Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mannanti Kecamatan Tellulimpoe Kabupaten Sinjai
Kata Kunci:
Pola Makan, Stunting, Balita, Status Gizi, Puskesmas MannantiAbstrak
Pola makan sehat merupakan suatu cara dalam pengaturan jumlah dan jenis makanan dengan maksud mempertahankan kesehatan, status gizi, mencegah atau membantu seseorang yang berhubungan dengan kebiasaan makan sehari-hari. Masalah gizi dapat muncul jika konsumsi harian individu tidak memenuhi kebutuhan harian mereka. Salah satu dampak dari masalah gizi adalah terjadinya stunting. Stunting (kerdil) adalah kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan umur mereka. Dari hasil observasi peneliti, di dapatkan masih kurangnya pengetahuan ibu terkait pemberian pola makan pada balita dengan baik di wilayah kerja UPTD puskesmas Mannanti kecamatan Tellulimpoe kabupaten Sinjai. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita dengan stunting di wilayah kerja UPTD puskesmas Mannanti kecamatan Tellulimpoe kabupaten Sinjai. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif metode kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Populasi dalam penelitian ini adalah balita dengan stunting sebanyak 109 balita dengan sampel sebanyak 53 responden yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2025. Hasil: Didapatkan dari 53 balita pola makan dengan kategori baik sebanyak 14 responden (26,4%), pola makan dengan kategori cukup sebanyak 35 responden (66,0%), dan pola makan dengan kategori kurang sebanyak 4 responden (7,5%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata pola makan dengan kategori cukup yang paling banyak di wilayah kerja UPTD puskesmas Mannanti. Saran: Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat membantu dan mengingatkan orang tua balita agar memperhatikan konsumsi pola makan yang baik untuk balita guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita.

